RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : SMA
NEGERI I KUPANG
Kelas/semester : XII/1
Mata Pelajaran : Sejarah
Alokasi waktu : 2 x 30
menit (1x pertemuan)
Standar Kompetensi : 1. Memahami Transformasi Etnik di Indonesia
dan pembentukan Identitas kebangsaan.
Kompetensi Dasar : 1. Menganalisis terbentuknya Negara
Kebangsaan Indonesia.
Indikator :
1.
Siswa mampu menjelaskan transformasi Etnik
keturunan Asing di Indonesia.
2.
Siswa mampu menjelaskan tentang
pergerakan yang masih bersifat kedaerahan.
3.
Siswa mampu menjelaskan tentang
penggunaan istilah Indonesia pertama kali.
4.
Siswa mampu menjelaskan tentang
terbentuknya Nasionalisme Kebangsaan Indonesia.
5.
Siswa mampu menjelaskan Nasionalisme
Indonesia dan perkembangan Nasionalisme di Asia Tenggara.
A.
Tujuan :
Agar siswa dapat :
Ø Mengetahui transformasi Etnik.
Ø Mengetahui tentang pergerakan yang
masih bersifat kedaerahan.
Ø Mengetahui penggunaan istilah
Indonesia pertama kali.
Ø Mengetahui terbentuknya Nasionalisme
Kebangsaan Indonesia.
Ø Mengetahui Nasionalisme Indonesia dan
perkembangan di Asia Tenggara.
B.
Materi Pembelajaran
Transformasi Etnik dan Identitas Kebangsaan Indonesia
C.
Metode Pembelajaran
v Ceramah dan
v Tanya jawab.
D.
Langkah-Langkah Kegiatan
a. Kegitan Pendahuluan
-
Guru
dan siswa memulai pembelajaran dengan berdoa bersama.
-
Mengecek
kehadiran siswa.
b. Kegiatan inti (2x 30 menit untuk
setiap pertemuan)
-
Guru
menjelaskan dan menguraikan materi.
-
Siswa
diminta untuk menjelaskan transformasi etnik di Indonesia.
-
Guru
bertanya kepada siswa sesuai materi yang telah di catat siswa.
-
Siswa
di berikan kesempatan bertanya kepada guru.
-
Guru
mengambil kesimpulan.
c. Kegiatan penutup (20 menit)
Guru membimbing siswa
untuk membuat rangkuman.
Transformasi Etnik dan
Identitas Kebangsaan Indonesia meliputi
:
a. Transformasi etnik, terdiri dari
etnik cina, etnik Indo-Belanda, Etnik Arab dan India.
b. Pergerakan bersifat kedaerahan,
teridiri dari Gerakan melawan Pemerasan, Gerakan Ratu Adil, Pergerakan bersifat
Agama.
c. Terbentuknya nasionalisme kebangsaan
Indonesia terdiri dari perkembangan pendidikan, diskriminasi.
Uraian Materi
A.
TRANSFORMASI ETNIK DAN IDENTITAS
KEBANGSAAN INDONESIA
1.
Tranformasi Etnik
Perjuangan
etnik-etnik diwilayah Indonesia berlangsung cukup lama. Hal ini dikarenakan
masing-masing etnik hanya mementingakan keselamatan dan kebebasan etniknya.
Bahkan mereka belum memikirkan etnik yang satu dengan yang lainnya. Namun,
dengan berkembangannya perlawanan seperti ini mempermudah dan mempercepat
proses pendudukan yang dilakukan oleh pemerintahan Kolonial Belanda terhadap wilayah-wilayah di seluruh
Indonesia. Pemerintah kolonial memamfaatkan etnik yang satu untuk menundukan etnik
yang lain. Misalnya, pasukan Belanda Mempergunakan pasukan yang berasal dari
jawa untuk melawan dan menundukan penguasa pribumi di daerah sumatera atau
pasukan belanda menjalin hubungan kerja sama dengan kerajaan bone dalam
menduduki kerajaan makasar. Sehingga pada awal abad ke-19 Belanda dapat
menguasai seluruh wilayah di Indonesia.
Perjuangan
etnik-etnik yang berada di seluruh wilayah Indonesia bukan saja dilakukan oleh
kalangan etnik pribumi, tetapi juga muncul geraka-gerakan etnik yang dilakukan
etnik-etnik asing yang telah hidup dan menetap di wilayah Indonesia.
gerakan-gerakan yang pernah terjadi dalam menentang pemerintah kolonial Belanda
diantaranya:
a.
Gerakan masyarakat Indonesia
keturunan Cina
Munculnya gerakan nasionalisme di
cina yang di pimpin oleh Dr. surt yat sen, berpengaruh besar terhadap
kehidupan masyarakat keturunan cina di Indonesia. Perlawanan tersebut munculsebagai
akibat terbatasnya ruang gerak masyarakat cina di indinesia.
Berbagai usaha yang di bangun oleh
masyarakat cina di Indonesia dibatasi oleh pemerintah kolonial belanda.
Belanda. Perlawanan
yang dilakukan oleh masyarakat keturunan China hampir terjadi diseluruh wilayah
Indonesia,seperti di daerah Kalimantan Barat, JawaBarat, dan
daerah-daerah lainnya diwilayah Indonesia.
Dengan demikian, perlawanan masyarakat
keturunan Cina diwilayah Indonesia dapat mempengaruhi kedudukan pemerintah
colonial Belanda.
b.
Pergerakan
masyarakat Indonesia keturunan Indo-Belanda
Munculnya masyarakat keturunan Indo-Belanda
di Indonesia disebabkan karena terjadinya perkawinan antara orang Belanda
dengan penduduk pribumi. Misalnya, laki-laki orang belanda kawin dengan
perempuan dari kalangan pribumi atau perempuan dari orang belanda kawin dengan
laki-laki dari kalangan pribumi. Melalui perkawinan itulah terlahir masyarakat
yang disebut dengan indo-belanda.
Perlawanan yang dilakukan masyarakat
keturunan Indo-Belanda di sebabkan karena pemerintah Kolonial Belanda berlaku
sewenang-wenang. Mereka mengalami kesulitan untuk untuk bergabung dengan
kelompok orang-orang Belanda di Indonesia.
Penindasan-penindasan yang dilakukan oeh
pemerintah kolonial Belanda terhadap masyarakat pribumi Indonesia di sangsikan
jelas oleh mereka sehingga hal itulah yang mendorong mereka untuk turut serta
berjuang menentang segala bentuk tindakan yang dilakukan pemerintah kolonial
belanda terhadap masyarakat pribumi.
Di samping etnik-etnik tersebut, juga
terdapat perlawanan yang dilakukan oleh etnik Arab dan India dalam menentang
kekuasaan pemerintah Belanda di Indonesia.
2.
Pergerakan
Bersifat Kedaerahan
Sejak masuknya kekuasaan bangsa barat
(Eropa) ke wilayah Indonesia, telah membawa perubahan dan bahkan menyebabkan
terjadinya kegoncangan dalam kehidupan rakyat Indonesia. Pada awal abad
ke-19, penguasa pemerintah kolonial Belanda diwilayah Indonesia mulai
mengadakan pembaharuan pada politik colonial. Pembaharuan dalam bidang politik
pemerintah yang dilakukan oleh pemerintah kolonial belanda merupakan awal dari
praktik system ekonomi baru. Namun, sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan
oleh pemerintah kolonial Belanda itu muncul berbagai perubahan tatanan
kehidupan dikalangan rakyat pribumi yaitu rakyat Indonesia.
Semetara itu, tindakan untuk
menghapuskan kedudukan yang didasarkan pada adat penguasan pribumi dan kemudian
di jadikan pegawai pemerintahan, telah meruntuhkan wibawa penguasa Tradisional.
Hal ini menjadi penyebab munculnya berbagai gerakan-gerakan yang bersifat
kedaerahan seperti gerakan melawan pemerasaan,gerakan ratu adil dan lain-lain.
a. Gerakan Melawan Pemerasan
Gerakan rakyat melawan pemerasan
banyak terjadi didaerah atau di tanah partikelir (Swasta). Sepanjang abad
ke-19, didaerah-daerah seperti itu terjadi pergolakan rakyat menentang para
penindas. Pada awal abad ke-20, kerusuhan-kerusuhan masih terus berlangsung.
Hampir semua kerusuhan terjadi di tanah partikelir disebabkan oleh adanya
pemungutan pajak yang tinggi dan beban pengerahan tenaga kerja paksa yang sangat
berat. Kerusuhan-kerusuhan itu dilakukan oleh rakyat (petani daerah pedesaan
tanah partikelir). Mereka melawan di sebabkan karena merasa tindakan-tindakan
yang di lakukan oleh para penguasa sudah di luar batas.
Daerah-daerah yang banyak terdapat tanah
partikelir yaitu disekitar daerah Jakarta, di daerah antara Jakarta dengan
Bogor, Banten, Karawang, Cirebon, Semarang, Surabaya dan lain-lain. Munculnya
tanah partikelir pada daerah–daerah itu sebagai akibat terjadinya praktik
penjualan tanah yang dilakukan oleh orang-orang belanda sejak dari jaman VOC
hingga abad ke-19. kerusuhan yg terjadi untuk melawan kaum pemeras seperti di
daerah candi udik (1815), Ciomas(1886), condet Jakarta (1916), tangerang (1924)
dan diberbagai daerah lainnya.
b. Gerakan ratu Adil
Gerakan ini merupakan suatu gerakan
rakyat yang membebaskan masyarakatnya dari segala bentuk penderitaan dan
kesengsaraan. Tokoh itu digambarkan sebagai seorg ratu adil atau Imam Mahdi.
Tokoh itu dipercaya oleh masyarakat sebagai juru selamat yang akan membebaskan
masyarakat dari kesengsaraan dan penderitaan hidup.
Pada tahun 1903, muncul pemberontakan
dikabupaten sidoarjo (JawaTimur) yang dipimpin oleh kiayi Kasan Mukmin. Kiayi
Kasan Mukmin mengaku sebagai penerima wahyu yang Maha Kuasa untuk memimpin rakyat
dilingkungannya. Didesa bendungan, diwilayah kari sedenan Kediri meletus
pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh DERMOJOYO (1907). Dalam gerakannya itu,
Dermojoyo mengaku mendapat wahyu untuk menjadi ratu adil, sehingga para pengikutnya harus bersedia
melakukan perjuangan melawan musuh dan akan mengalami kemenangan besar. Tetapi
akhirnya pada suatu pertempuran pasukan Dermojoyo dan pasukan Belanda,
Dermojoyo terbunuh beserta sebagian pasukannya.
c. Pergerakan bersifat Agama
Gerakan ini dilakukan oleh kelompok-kelompok
aliran agama. Munculnya gerakan ini sebagai akibat rasa tidak puas dan
kebencian rakyat terhadap keadaan kehidupan pada masa itu. Golongan penganut
aliran keagamaan ini memandang bahwa pemerintah kolonial Belanda dan para
pengikutnya merupakan lawanya. Mereka melakukan perlawanan terhadap kekuasaan
yang telah mengekang kehidupannya.
Pemberontakan-pemberontakan Bersifat
keagamaan pernah terjadi di daerah Banten utara (1880) yang di lakukan oleh
aliran Tarekat naqsyabandiah dan Qodaryah. Kemudian juga gerakan yang di pimpin
oleh Haji Mohammad Rifanggi dari daerah KIlasasak, daerah keresidenan
pekalongan.
2. Pembentukan Identitas Nasional dan
Terbentuknya Nasionalisme Kebangsaan
a.
Istilah
“Indonensia”
Penggunaan
kata atau istilah “Indonesia” menjadi sangat penting didalam pergerakan dan
perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Kata “Indonesia“ telah dijadikan
identitas nasional yang dapat mempersatukan seluruh pergerakan bangsa di dalam
menentang kekuasaan pemerintah kolonial belanda diwilayah Indonesia. Selain itu
juga menjadi lambing dan perekat perjuangan Bangsa Indonesia.
Beberapa
tokoh yang pernah mempergunakan istilah“ Indonesia “ dalam tulisannya yaitu
:
Ø J.R.Logan yaitu
seorang pegawai pemerintah Inggris dipenang. Logan menyebutukan istilah
“Indonesia” dalam suatu tulisan pada majalah yang di pimpinnya. Logan
menggunakan istilah Indonesia untuk menyebut kepulauan dan penduduk Nusantara.
Majalah tersebut di tulis pada tahun 1850.
Ø Earl G. Windsor
pada tahun 1850 menyatakan bahwa penduduk di kepulauan nusantara memiliki
potensi yang sangat besar di dalam perdagangan hasil industrinya karena jumlah
penduduk Indonesia merupakan yang terbesar di asia tenggara.
Ø adapun
tokoh-tokoh lainnya yang mempopulerkan istilah ”Indonesia” didunia internasinal
seperti Adolf Bastian (1884), Van Volenhoven, SnouckHurgronje, Kern dan
lain-lain.
Disamping
itu, ada juga tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang juga mempopulerkan istilah
Indonesia di mata Internasional. Seperti tokoh-tokoh perhimpunan Indonesia di
negeri Belanda. Hingga pada januari 1924 perhimpunan Indonesia yang bernama
Indische vereniging mengganti nama menjadi indonesische vereniging dan terus
mempopulerkan nama Indonesia.
Bahkan
di dalam Liga anti Imperalisme di eropa selalu menggunakan kata Indonesia dalam
organisasinya dan selanjutnya kata INDONESIA di kukuhkan menjadi IDENTITAS
Nasional melalui kongres pemuda pada tanggal 28 oktober 1928. Istilah Indonesia
tercantum dan isi sumpah pemuda.
ü Kami putera puteri
Indonesia mengaku bertanah tumpah darah satu tanah air Indonesia,
ü Kami putera puteri
Indonesia mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia,
ü Kami putera puteri
Indonesia menjunjung tinggi bangsa persatuan bangsa Indonesia.
Melalui
sumpah pemuda istilah Indonesia kemudian di tetapkan sebagai identitas Nasional Bangsa dan Negara. Kemudian
kata Indonesia di kukuhkan melalui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus
1945.
b.
Terbentuknya
Nasionalisme Kebangsaan Indonesia
Kekuasaan
pemerintah colonial belanda di indonesia dapat menimbulkan terbentuknya
nasionalisme Indonesia. Disamping itu masuknya paham-paham baru dari barat
berpengaruh besar terhadap cara-cara melawan pemerintah kolonial belanda.
Terbentuknya Nasionalisme tidak terlepas dari hal-hal berikut :
1) Perkembangan Pendidikan
Penyenggaraan pendidikan pada masa
pemerintah kolonial belanda hanya untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja
pda perkantoran milik pemerintah kolonial belanda dengan gaji yang sangat
rendah.
Sementara itu, Indonesia sangat
menderita akibat pelaksanaan system tanam paksa. Rakyat Indonesia terus dip
eras, dipaksa, dan di kuras harta kekayaannya. Melihat kenyataan tersebut, Van
Deventer mangajukan pemikiran untuk membalas budi bangsa Indonesia. Van Deventer
mangajukan tiga program yang di kenal Trilogi Vab devender. Yaitu, Irigasi,
Edukasi dan Imigrasi.
2) Diskriminasi
Diskriminasi dilaksanakan dan
berkembang dalam alam penjajahan. Diskriminasi ini dilakukan untuk dapat
membedakan antara penguasa dengan yang di kuasainya. Akibat dari diskriminasi
ini terjadi perbedaan hidup yang mencolok antara penjajah dengan yang dijajah.
perbedaan–perbedaan itu sangat jelas tampak dalam bidang pendidikan, ekonomi.
sosial dan budaya. Dalam bidang pendidikan terlihat dengan sangat jelas
terjadinya diskriminasi, karena pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah
belanda pada saat itu dilatarbelakangi oleh system pelapisan sosial.
Pendidikan-pendidikan yang di
selenggarakan belanda antara lain :
ü Euopeesche Logere Schooll (ELS) Sekolah untuk
putra-putri pejabat belanda.
ü Hollands chinesse Schooll (HCS) sekolah untuk
keturunan Cina.
ü Holands Indische Schooll (HIS) sekolah untuk
golongan menengah Bangsa Indonesia.
Ketiga sekolah tersebut menggunakan
Bahasa Belanda sebagai Bahasa Pengantar dan bahasa resmi di dilama proses
belajar mengajar.
c.
Nasionalisme
Indonesia Dan Perkemangan Nasionalisme di Asia Tenggara
Terbentuknya nasionalisme kebangsaan
di indonesia dipengaruhi oleh perkembangan paham-paham baru dari luar wilayah
Indonesia. Paham baru yang berkembang diluar wilayah Indonesia pada masa itu
seperti paham nasionalisme. Ini muncul dibeberapa Negara di wilayah Asia dan
Afrika seperti Cina, Jepang, Negara–Negara
di Timur Tengah, Mesir dsb. Pergerakan nasional di India dimulai lahirnya
partai kongres (All Indian National Congres). gerakan–gerakan nasionalisme
India yang sangat besar pengaruhnya terhadap pergerakan Nasional di Indonesia
seperti pergerakan Swadesioleh Mahatma Gandhi, Pendidikan Santinikentan oleh
Rabindranath Tagore. kebangkitan Nasionalisme Cina yang di pimpinoleh Dr. Sun
Yat Sen menentang kekuasaan Dinasti Mandisyu sangat besar pengaruhnya terhadap
pergerakan rakyat Indonesia.
Dengan munculnya pengaruh, baik
dalam maupun luar dapat mempercepat proses terbentuknya Nasionalisme kebangsaan
Indonesia. Nasionalisme Kebangsaan ini merupakan senjata yang sangat ampuh
dalam menghadapi kekuasaan kolonialisme Belanda. Melalui Nasionalisme kebangsaan
ini, bangsa Indonesia dapat di persatukan untuk menghadapi kekuatan asing dan
berjuang mencapai kiemerdekaan banjgsa dan negara Indonesia.
E.
Sumber Bahan
* Buku sejarah untuk SMA jilid 2 program ilmu social
Tidak ada komentar:
Posting Komentar