Translate

Minggu, 31 Maret 2013

RENCANA PELAKSANAAN PELAJARAN


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah                        : SMA NEGERI I KUPANG
Kelas/semester          : XII/1
Mata Pelajaran          : Sejarah
Alokasi waktu                        : 2 x 30 menit  (1x pertemuan)

Standar Kompetensi : 1. Memahami Transformasi Etnik di Indonesia dan pembentukan                                            Identitas kebangsaan.
Kompetensi Dasar     : 1. Menganalisis terbentuknya Negara Kebangsaan Indonesia.
Indikator                    :
1.      Siswa mampu menjelaskan transformasi Etnik keturunan Asing di Indonesia.
2.      Siswa mampu menjelaskan tentang pergerakan yang masih bersifat kedaerahan.
3.      Siswa mampu menjelaskan tentang penggunaan istilah Indonesia pertama kali.
4.      Siswa mampu menjelaskan tentang terbentuknya Nasionalisme Kebangsaan Indonesia.
5.      Siswa mampu menjelaskan Nasionalisme Indonesia dan perkembangan Nasionalisme di Asia Tenggara.

A.     Tujuan                        :
Agar siswa dapat :
Ø  Mengetahui transformasi Etnik.
Ø  Mengetahui tentang pergerakan yang masih bersifat kedaerahan.
Ø  Mengetahui penggunaan istilah Indonesia pertama kali.
Ø  Mengetahui terbentuknya Nasionalisme Kebangsaan Indonesia.
Ø  Mengetahui Nasionalisme Indonesia dan perkembangan di Asia Tenggara.
B.      Materi Pembelajaran
Transformasi Etnik dan Identitas Kebangsaan Indonesia
C.      Metode Pembelajaran
v  Ceramah dan
v  Tanya jawab.
D.     Langkah-Langkah Kegiatan
a.      Kegitan Pendahuluan
-          ­Guru dan siswa memulai pembelajaran dengan berdoa bersama.
-          Mengecek kehadiran siswa.
*      Prasyarat : apa yang di maksud dengan Etnik ?
*      Motivasi : etnik-etnik apa yang ada di Indonesia?
b.      Kegiatan inti (2x 30 menit untuk setiap pertemuan)
-          Guru menjelaskan dan menguraikan materi.
-          Siswa diminta untuk menjelaskan transformasi etnik di Indonesia.
-          Guru bertanya kepada siswa sesuai materi yang telah di catat siswa.
-          Siswa di berikan kesempatan bertanya kepada guru.
-          Guru mengambil kesimpulan.
c.       Kegiatan penutup (20 menit)
Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman.
Transformasi Etnik dan Identitas Kebangsaan Indonesia  meliputi :
a.      Transformasi etnik, terdiri dari etnik cina, etnik Indo-Belanda, Etnik Arab dan India.
b.      Pergerakan bersifat kedaerahan, teridiri dari Gerakan melawan Pemerasan, Gerakan Ratu Adil, Pergerakan bersifat Agama.
c.       Terbentuknya nasionalisme kebangsaan Indonesia terdiri dari perkembangan pendidikan, diskriminasi.

Uraian Materi
A.     TRANSFORMASI ETNIK DAN IDENTITAS KEBANGSAAN INDONESIA

1.   Tranformasi Etnik
            Perjuangan etnik-etnik diwilayah Indonesia berlangsung cukup lama. Hal ini dikarenakan masing-masing etnik hanya mementingakan keselamatan dan kebebasan etniknya. Bahkan mereka belum memikirkan etnik yang satu dengan yang lainnya. Namun, dengan berkembangannya perlawanan seperti ini mempermudah dan mempercepat proses pendudukan yang dilakukan oleh pemerintahan Kolonial Belanda terhadap wilayah-wilayah di seluruh Indonesia. Pemerintah kolonial memamfaatkan etnik yang satu untuk menundukan etnik yang lain. Misalnya, pasukan Belanda Mempergunakan pasukan yang berasal dari jawa untuk melawan dan menundukan penguasa pribumi di daerah sumatera atau pasukan belanda menjalin hubungan kerja sama dengan kerajaan bone dalam menduduki kerajaan makasar. Sehingga pada awal abad ke-19 Belanda dapat menguasai seluruh wilayah di Indonesia.
            Perjuangan etnik-etnik yang berada di seluruh wilayah Indonesia bukan saja dilakukan oleh kalangan etnik pribumi, tetapi juga muncul geraka-gerakan etnik yang dilakukan etnik-etnik asing yang telah hidup dan menetap di wilayah Indonesia. gerakan-gerakan yang pernah terjadi dalam menentang pemerintah kolonial Belanda diantaranya:
a.      Gerakan masyarakat Indonesia keturunan Cina
        Munculnya gerakan nasionalisme di cina  yang di pimpin oleh  Dr. surt yat sen, berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat keturunan cina di Indonesia. Perlawanan tersebut munculsebagai akibat terbatasnya ruang gerak masyarakat cina di indinesia.
        Berbagai usaha yang di bangun oleh masyarakat cina di Indonesia dibatasi oleh pemerintah kolonial belanda.
Belanda. Perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat keturunan China hampir terjadi diseluruh wilayah Indonesia,seperti di daerah  Kalimantan Barat, JawaBarat, dan daerah-daerah lainnya diwilayah Indonesia.
        Dengan demikian, perlawanan masyarakat keturunan Cina diwilayah Indonesia dapat mempengaruhi kedudukan pemerintah colonial Belanda.
b.      Pergerakan masyarakat Indonesia keturunan Indo-Belanda
        Munculnya masyarakat keturunan Indo-Belanda di Indonesia disebabkan karena terjadinya perkawinan antara orang Belanda dengan penduduk pribumi. Misalnya, laki-laki orang belanda kawin dengan perempuan dari kalangan pribumi atau perempuan dari orang belanda kawin dengan laki-laki dari kalangan pribumi. Melalui perkawinan itulah terlahir masyarakat yang disebut dengan indo-belanda.
        Perlawanan yang dilakukan masyarakat keturunan Indo-Belanda di sebabkan karena pemerintah Kolonial Belanda berlaku sewenang-wenang. Mereka mengalami kesulitan untuk untuk bergabung dengan kelompok orang-orang Belanda di Indonesia.
        Penindasan-penindasan yang dilakukan oeh pemerintah kolonial Belanda terhadap masyarakat pribumi Indonesia di sangsikan jelas oleh mereka sehingga hal itulah yang mendorong mereka untuk turut serta berjuang menentang segala bentuk tindakan yang dilakukan pemerintah kolonial belanda terhadap masyarakat pribumi.
        Di samping etnik-etnik tersebut, juga terdapat perlawanan yang dilakukan oleh etnik Arab dan India dalam menentang kekuasaan pemerintah Belanda di Indonesia.
2.      Pergerakan Bersifat Kedaerahan
        Sejak masuknya kekuasaan bangsa barat (Eropa) ke wilayah Indonesia, telah membawa perubahan dan bahkan menyebabkan terjadinya kegoncangan dalam kehidupan rakyat Indonesia. Pada awal abad  ke-19, penguasa pemerintah kolonial Belanda diwilayah Indonesia mulai mengadakan pembaharuan pada politik colonial. Pembaharuan dalam bidang politik pemerintah yang dilakukan oleh pemerintah kolonial belanda merupakan awal dari praktik system ekonomi baru. Namun, sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda itu muncul berbagai perubahan tatanan kehidupan dikalangan rakyat pribumi yaitu rakyat Indonesia.
        Semetara itu, tindakan untuk menghapuskan kedudukan yang didasarkan pada adat penguasan pribumi dan kemudian di jadikan pegawai pemerintahan, telah meruntuhkan wibawa penguasa Tradisional. Hal ini menjadi penyebab munculnya berbagai gerakan-gerakan yang bersifat kedaerahan seperti gerakan melawan pemerasaan,gerakan ratu adil dan lain-lain.
a.      Gerakan Melawan Pemerasan
        Gerakan rakyat melawan pemerasan banyak terjadi didaerah atau di tanah partikelir (Swasta). Sepanjang abad ke-19, didaerah-daerah seperti itu terjadi pergolakan rakyat menentang para penindas. Pada awal abad ke-20, kerusuhan-kerusuhan masih terus berlangsung. Hampir semua kerusuhan terjadi di tanah partikelir disebabkan oleh adanya pemungutan pajak yang tinggi dan beban pengerahan tenaga kerja paksa yang sangat berat. Kerusuhan-kerusuhan itu dilakukan oleh rakyat (petani daerah pedesaan tanah partikelir). Mereka melawan di sebabkan karena merasa tindakan-tindakan yang di lakukan oleh para penguasa sudah di luar batas.
        Daerah-daerah yang banyak terdapat tanah partikelir yaitu disekitar daerah Jakarta, di daerah antara Jakarta dengan Bogor, Banten, Karawang, Cirebon, Semarang, Surabaya dan lain-lain. Munculnya tanah partikelir pada daerah–daerah itu sebagai akibat terjadinya praktik penjualan tanah yang dilakukan oleh orang-orang belanda sejak dari jaman VOC hingga abad ke-19. kerusuhan yg terjadi untuk melawan kaum pemeras seperti di daerah candi udik (1815), Ciomas(1886), condet Jakarta (1916), tangerang (1924) dan diberbagai daerah lainnya.
b.      Gerakan ratu Adil
        Gerakan ini merupakan suatu gerakan rakyat yang membebaskan masyarakatnya dari segala bentuk penderitaan dan kesengsaraan. Tokoh itu digambarkan sebagai seorg ratu adil atau Imam Mahdi. Tokoh itu dipercaya oleh masyarakat sebagai juru selamat yang akan membebaskan masyarakat dari kesengsaraan dan penderitaan hidup.
        Pada tahun 1903, muncul pemberontakan dikabupaten sidoarjo (JawaTimur) yang dipimpin oleh kiayi Kasan Mukmin. Kiayi Kasan Mukmin mengaku sebagai penerima wahyu yang Maha Kuasa untuk memimpin rakyat dilingkungannya. Didesa bendungan, diwilayah kari sedenan Kediri meletus pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh DERMOJOYO (1907). Dalam gerakannya itu, Dermojoyo mengaku mendapat wahyu untuk menjadi ratu adil,  sehingga para pengikutnya harus bersedia melakukan perjuangan melawan musuh dan akan mengalami kemenangan besar. Tetapi akhirnya pada suatu pertempuran pasukan Dermojoyo dan pasukan Belanda, Dermojoyo terbunuh beserta sebagian pasukannya.
c.       Pergerakan bersifat Agama
        Gerakan ini dilakukan oleh kelompok-kelompok aliran agama. Munculnya gerakan ini sebagai akibat rasa tidak puas dan kebencian rakyat terhadap keadaan kehidupan pada masa itu. Golongan penganut aliran keagamaan ini memandang bahwa pemerintah kolonial  Belanda dan para pengikutnya merupakan lawanya. Mereka melakukan perlawanan terhadap kekuasaan yang telah mengekang kehidupannya.
        Pemberontakan-pemberontakan Bersifat keagamaan pernah terjadi di daerah Banten utara (1880) yang di lakukan oleh aliran Tarekat naqsyabandiah dan Qodaryah. Kemudian juga gerakan yang di pimpin oleh Haji Mohammad Rifanggi dari daerah KIlasasak, daerah keresidenan pekalongan.

2. Pembentukan Identitas Nasional dan Terbentuknya Nasionalisme Kebangsaan

a.      Istilah “Indonensia”
            Penggunaan kata atau istilah “Indonesia” menjadi sangat penting didalam pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Kata “Indonesia“ telah dijadikan identitas nasional yang dapat mempersatukan seluruh pergerakan bangsa di dalam menentang kekuasaan pemerintah kolonial belanda diwilayah Indonesia. Selain itu juga menjadi lambing dan perekat perjuangan Bangsa Indonesia.
            Beberapa tokoh yang pernah mempergunakan istilah“ Indonesia “ dalam tulisannya yaitu :
Ø  J.R.Logan yaitu seorang pegawai pemerintah Inggris dipenang. Logan menyebutukan istilah “Indonesia” dalam suatu tulisan pada majalah yang di pimpinnya. Logan menggunakan istilah Indonesia untuk menyebut kepulauan dan penduduk Nusantara. Majalah tersebut di tulis pada tahun 1850.
Ø  Earl G. Windsor pada tahun 1850 menyatakan bahwa penduduk di kepulauan nusantara memiliki potensi yang sangat besar di dalam perdagangan hasil industrinya karena jumlah penduduk Indonesia merupakan yang terbesar di asia tenggara.
Ø  adapun tokoh-tokoh lainnya yang mempopulerkan istilah ”Indonesia” didunia internasinal seperti Adolf Bastian (1884), Van Volenhoven, SnouckHurgronje, Kern dan lain-lain.

            Disamping itu, ada juga tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang juga mempopulerkan istilah Indonesia di mata Internasional. Seperti tokoh-tokoh perhimpunan Indonesia di negeri Belanda. Hingga pada januari 1924 perhimpunan Indonesia yang bernama Indische vereniging mengganti nama menjadi indonesische vereniging dan terus mempopulerkan nama Indonesia.
            Bahkan di dalam Liga anti Imperalisme di eropa selalu menggunakan kata Indonesia dalam organisasinya dan selanjutnya kata INDONESIA di kukuhkan menjadi IDENTITAS Nasional melalui kongres pemuda pada tanggal 28 oktober 1928. Istilah Indonesia tercantum dan isi sumpah pemuda.
ü  Kami putera puteri Indonesia mengaku bertanah tumpah darah satu tanah air Indonesia,
ü  Kami putera puteri Indonesia mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia,
ü  Kami putera puteri Indonesia menjunjung tinggi bangsa persatuan bangsa Indonesia.
            Melalui sumpah pemuda istilah Indonesia kemudian di tetapkan sebagai identitas            Nasional Bangsa dan Negara. Kemudian kata Indonesia di kukuhkan melalui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
b.      Terbentuknya Nasionalisme Kebangsaan Indonesia
            Kekuasaan pemerintah colonial belanda di indonesia dapat menimbulkan terbentuknya nasionalisme Indonesia. Disamping itu masuknya paham-paham baru dari barat berpengaruh besar terhadap cara-cara melawan pemerintah kolonial belanda. Terbentuknya Nasionalisme tidak terlepas dari hal-hal berikut :
1)      Perkembangan Pendidikan
         Penyenggaraan pendidikan pada masa pemerintah kolonial belanda hanya untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja pda perkantoran milik pemerintah kolonial belanda dengan gaji yang sangat rendah.
         Sementara itu, Indonesia sangat menderita akibat pelaksanaan system tanam paksa. Rakyat Indonesia terus dip eras, dipaksa, dan di kuras harta kekayaannya. Melihat kenyataan tersebut, Van Deventer mangajukan pemikiran untuk membalas budi bangsa Indonesia. Van Deventer mangajukan tiga program yang di kenal Trilogi Vab devender. Yaitu, Irigasi, Edukasi dan Imigrasi.
2)      Diskriminasi
         Diskriminasi dilaksanakan dan berkembang dalam alam penjajahan. Diskriminasi ini dilakukan untuk dapat membedakan antara penguasa dengan yang di kuasainya. Akibat dari diskriminasi ini terjadi perbedaan hidup yang mencolok antara penjajah dengan yang dijajah. perbedaan–perbedaan itu sangat jelas tampak dalam bidang pendidikan, ekonomi. sosial dan budaya. Dalam bidang pendidikan terlihat dengan sangat jelas terjadinya diskriminasi, karena pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah belanda pada saat itu dilatarbelakangi oleh system pelapisan sosial.
         Pendidikan-pendidikan yang di selenggarakan belanda antara lain :
ü  Euopeesche Logere Schooll (ELS) Sekolah untuk putra-putri pejabat belanda.
ü  Hollands chinesse Schooll (HCS) sekolah untuk keturunan Cina.
ü  Holands Indische Schooll (HIS) sekolah untuk golongan menengah Bangsa Indonesia.
            Ketiga sekolah tersebut menggunakan Bahasa Belanda sebagai Bahasa Pengantar dan bahasa resmi di dilama proses belajar mengajar.
c.       Nasionalisme Indonesia Dan Perkemangan Nasionalisme di Asia Tenggara
            Terbentuknya nasionalisme kebangsaan di indonesia dipengaruhi oleh perkembangan paham-paham baru dari luar wilayah Indonesia. Paham baru yang berkembang diluar wilayah Indonesia pada masa itu seperti paham nasionalisme. Ini muncul dibeberapa Negara di wilayah Asia dan Afrika seperti Cina, Jepang,  Negara–Negara di Timur Tengah, Mesir dsb. Pergerakan nasional di India dimulai lahirnya partai kongres (All Indian National Congres). gerakan–gerakan nasionalisme India yang sangat besar pengaruhnya terhadap pergerakan Nasional di Indonesia seperti pergerakan Swadesioleh Mahatma Gandhi, Pendidikan Santinikentan oleh Rabindranath Tagore. kebangkitan Nasionalisme Cina yang di pimpinoleh Dr. Sun Yat Sen menentang kekuasaan Dinasti Mandisyu sangat besar pengaruhnya terhadap pergerakan rakyat Indonesia.
            Dengan munculnya pengaruh, baik dalam maupun luar dapat mempercepat proses terbentuknya Nasionalisme kebangsaan Indonesia. Nasionalisme Kebangsaan ini merupakan senjata yang sangat ampuh dalam menghadapi kekuasaan kolonialisme Belanda. Melalui Nasionalisme kebangsaan ini, bangsa Indonesia dapat di persatukan untuk menghadapi kekuatan asing dan berjuang mencapai kiemerdekaan banjgsa dan negara Indonesia.

E.      Sumber Bahan
* Buku sejarah untuk SMA jilid 2 program ilmu social

Tidak ada komentar:

Posting Komentar